Belum Optimalnya Perlindungan Pekerja Wanita

Perlindungan pekerja wanita Indonesia baik di luar maupun dalam negeri masih memprihatinkan. Kalyanamitra mencatat, 70 persen sekitar 80 ribu pekerja perempuan mengalami pelecehan seksual. Benar, Indonesia sudah memiliki Surat Edaran Menakertrans No 03 Tahun 2011 tentang Pedoman Pencegahan Pelecehan Seksual. Hanya, implementasinya masih jauh dari sempurna, walaupun sudah dua tahun berlaku.

Patut Dipertanyakan

Hal yang menyedihkan, pengetahuan sebagian besar pekerja perempuan atas hak-hak mereka masih minim, sehingga seringkali mereka tidak tahu kalau peristiwa buruk yang mereka alami merupakan pelecehan seksual atau diskriminasi terhadap kaum perempuan.

Perlindungan Terhadap Pekerja Wanita

Perlindungan Terhadap Pekerja Wanita

Bukan rahasia, di Indonesia, masih sering terjadi perempuan diiming-imingi kenaikan gaji atau pangkat, asalkan mau diajak kencan oleh atasannya. Malah, tak jarang juga pekerja perempuan mendapatkan waktu lembur hingga larut malam tanpa keamanan yang mumpuni, juga tanpa disediakan fasilitas kendaraan dari perusahaan untuk mengantarnya pulang. Dalam hal ini, perlindungan pekerja wanita patut dipertanyakan.

Masalah Pelecehan Seksual

Indonesia belum memiliki ketentuan khusus mengenai pelecehan seksual terhadap wanita. Ketentuan yang biasa dipergunakan untuk menjerat pelaku pelecehan seksual selama ini adalah Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).
Akan tetapi, pada kenyataannya, penjatuhan sanksi bagi pelaku pelecehan seksual belumlah memuaskan, karena tidak sedikit pelaku pelanggaran ini malah lolos dari jeratan hukum. Selain itu, karena ketidakpahaman, banyak pekerja wanita yang mengalami pelecehan seksual hanya berdiam diri dan tidak melaporkan peristiwa ini pada pihak berwajib. Selain tidak paham, korban juga merasa malu untuk melaporkan peristiwa tersebut.

Dalam hal ini perlu dibangun semacam upaya penyadaran di kalangan pekerja wanita mengenai hak-hak mereka di tempat kerja, sebagai bagian dari perlindungan pekerja wanita.

Masalah Diskriminasi

Perlindungan pekerja wanita di Indonesia juga belum membebaskan kaum perempuan dari diskriminasi. Pekerja wanita yang sedang menyusui bayinya, misalnya, belum mendapatkan hak sepenuhnya untuk memberikan ASI pada bayinya pada jam-jam kerja. Selain itu, belum semua perusahaan menyediakan ruangan tertutup untuk pekerja wanita yang hendak menyusui. Demikian pula perempuan muslimah yang mengenakan kerudung. Mereka seringkali diharuskan membuka kerudungnya saat bekerja, karena jilbab tidak sesuai dengan kostum kerja yang telah ditetapkan perusahaan. Padahal, pemakaian kerudung merupakan salah satu kewajiban agama yang tak dapat ditawar-tawar lagi.

Perlindungan Pekerja Wanita

Perlindungan Pekerja Wanita

Kampanye Perlindungan Pekerja Wanita

Agaknya, kampanye perlindungan pekerja wanita jadi hal penting yang perlu disuarakan secara terus menerus. Masalahnya, ada semacam keengganan di pihak pemerintah untuk melakukan perlindungan pekerja wanita dengan lebih serius. Kalaupun ada aksi ke arah itu, semuanya terkesan asal-asalan, hanya sebatas permukaan, dan tidak menyentuh akar permasalahan yang sesungguhnya. Sebagai negara dengan banyak pekerja wanita, sudah saatnya Indonesia memiliki berbagai peraturan perlindugan pekerja wanita yang lebih mumpuni dan sesuai kebutuhan, dengan pelaksanaan aturan yang konsisten.

Belum Optimalnya Perlindungan Pekerja Wanita | sary | 4.5